Tragedi Kecelakaan Pesawat Klub Brasil, Chapecoense

Posted on

Kebangkitan penampilan klub sepakbola kecil yang berasal dari Brasil, Chapecoense, tiba-tiba berubah menjadi bencana dalam waktu yang singkat. Kecelakaan pesawat yang terjadi menewaskan hampir sebagian pemain dari klub Chapecoense. Kejadian tersebut meninggalkan duka yang dalam bagi banyak orang. Tragedi Chapecoense tersebut tak hanya membawa duka yang dalam bagi tim kecil yang sedang berusaha meraih masa puncak, namun juga membawa duka yang dalam bagi dunia jurnalisme di Brasil. Para wartawan tersebut ikut terbang bersama mereka di maskapai LaMia Bolivia LMI-2933. Para jurnalis itu ikut mengantar rombongan klub Chapecoense menuju ke Kota Medellin, untuk menghadapi Atletico Nacional di laga final Copa Sudamericana yang telah dijadwalkan tanggal 30 November 2016 waktu setempat. Namun naas, pesawat yang mereka tumpangi tak sampai tujuan. Pesawat mereka terjatuh di wilayah La Union, Antioquia, Kolombia. Dan dari 81 orang yang ada di dalam pesawat, sejulah 76 orang lainnya tewas.

Chapecoense

Dilaporkan hanya 6 orang yang berhasil selamat, termasuk seorang wartawan yaitu Rafael Henzel yang kini sudah dalam kondisi stabil usai dilakukan pembedahan. Sementara itu 20 orang lainnya tewas. Dan diantaranya adalah, Renan Agnolin. Renan Agnolin adalah seorang reporter radio dan TVyang bertugas untuk meliput jalannya pertandingan klub kecil yang prestasinya sedang melejit itu. Ayah Renan Agnolin, Luis Carlos mengatakan kepada awak media Brasil, “Ini merupakan hari paling buruk yang terjadi dalam hidupku. Saya kehilangan anak anak laki-laki dengan cara seperti demikian. Saya telah kehilangan Agnolin, sementara ia telah melakukan pekerjaan yang dicintainya, yaitu jurnalisme.” Demikian telah dikutip dari salah satu media ternama, BBC, Kamis (1/12/2016). Presenter olahraga yang bekerja di Fox Sport, Paulo Julio Clement yang telah memiliki pengalaman sebagai wartawan olahraga selama 25 tahun pun juga turut menjadi korban dalam kecelakaan pesawat tersebut. Clement yang tidak pernah absen dalam meliput laga Piala Dunia dari tahun 1994 sampai 2014 tersebut meninggalkan istri dan satu orang anak laki-laki.

Sementara itu blog bola ini mengabarkan, Ari Junior, kameramen televisi yang memiliki pengalaman 25 tahun dan pernah meliput berita tentang gempa Nepal pun juga turut menjadi korban. Ari Junior meninggalkan 4 orang anak. Produser Globo TV, Guiherme Lars, yang sering meliput Olimpiade pun merupakan salah satu korban tewas jatuhnya pesawat. Dan nahasnya, sang istri pun tengah mengandung anak yang ketiga. Reporter Guilherme Marques yang disebut-sebut sebagai ‘rising star’ di Globo TV. Pada jumat 25 November Marques baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-28. Devair Paschoalon salah seorang wartawan yang menderita kanker pun juga turut menjadi korbean kecelakaan tersebut. Devair Paschoalon meninggalkan seorang anak perempuan. Ada pula wartawan lainnya yang juga turut menjadi korban kecelakaan tersebut adalah Jacir Biavatti, Douglas Dorneles, Victorino Chermont, Laion Espindula, Edson Ebeliny, Fernando Schardong, Lilacio Junior Giovane Klein, Djalma Neto, Rodrigo Santana Goncalves, Andre Podiacki, dan yang terakhir Bruno Silva.

Leave a Reply

Your email address will not be published.