Direktur AS Roma Akui Susahnya Jaga Zaniolo dari Media

Direktur olahraga AS Roma, Monchi mengakui susahnya mempertahankan Nicolo Zaniolo dari hingar bingar kabar para pemburu berita. Performa sensasional bintang berumur 19 tahun ini membuatnya jadi bahan kabar media.

2 gol yang dia lesatkan menuju gawang FC Porto di leg perdana fase 16 besar Liga Champions makin menegaskan statusnya selaku satu dari sekian banyak wonderkid yang potensial. Catatan 2 gol itu membuatnya mencatat rekor anyar di sepak bola Italia.

“Sangat tak simpel buat mempertahankan ia (dari media), namun ini normal. Kadang sesuatu dapat berlangsung dan tak dapat kita kendalikan. Tapi, kita semua perlu tetap dekat bersama bintang-bintang, jadi ia dapat berkembang dengan normal, ” kata seperti dikutip dari Football-Italia.

Pada usia yang baru 19 tahun, nama bintang lulusan Virtus Entella itu meluncur dengan amat pesat. Eks bintang Inter Milan itu juga begitu saja dihubungkan dengan berbagai tim. Bagi Monchi, yang paling penting adalah mereka masih menghantarkan Zaniolo berkembang.

“Tidak pernah enteng bagi bintang yang tengah berumur 19 tahun. Ia punya jalan yang benar, jadi team saya semua coba buat menolong ia. ”

Soal lainnya datang saat Francesca Costa, Ibunda Zaniolo hadir menuju publik. Diberitakan dari Corriere dello Sport, Zaniolo sebal dengan sang Ibu sebab dia berpikir sang Ibu terlalu eksis di media sosial Instagram. Pemian bernomor punggung 22 itu pernah mengkritik satu dari sekian banyak foto yang upload oleh Francesca ke Instagram.

“Hentikan, Bu. Apakah yang anda perbuat dengan mulut seperti ini? Usiamu 40 tahun, ” tulis Zaniolo.

5 Calon Kapten Anyar MU

Leader utama Manchester United, Antonio Valencia telah kehilangan tempat di team inti pada kampanye musim ini. Jose Mourinho serta Ole Gunnar Solskjaer setingkat lebih senang menurunkan Ashley Young menjadi pemain bertahan sebelah kanan.

Cedera mengharuskan bintang dari Ekuador itu setingkat lebih sering ada di ruang perawatan. Alhasil, Valencia sepanjang musim ini baru diturunkan di dalam 8 laga di seluruh turnamen.

Laporan keberangkatan bintang berumur 33 tahun itu juga mencuat. United dikatakan siap menjual Valencia di penghujung kampanye musim nanti.

Jika Valencia betul-betul angkat kaki, maka Setan Merah mesti mencari leader yang baru. Tersedia sejumlah pemain yang disebut layak buat mengemban peran itu.

Berikut ini 5 calon leader baru Manchester United menurut Sportskeeda yang kami ambil dari situs berita bola tanah air.

Chris Smalling – Suporter Manchester United mungkin tak menginginkan Chris Smalling menjadi leader. Tapi, bintang berumur 29 tahun itu adalah bintang terlama yang memperkuat Setan Merah setelah Antonio Valencia.

Smalling gabung bersama United di tengah musim 2010 dari Fulham. Walau terkadang membikin blunder di jantung pertahanan, Smalling masih tetap ada di Old Trafford dan telah meraih 2 trofi Premier League.

Pemain belakang dari Inggris itu juga pada awalnya pernah menjadi leader ketika Michael Carrick serta Wayne Rooney mesti absen. Walau kesempatannya untuk jadi leader permanen amat kecil, pengalaman Smaling bareng United layak dipikirkan.

Ander Herrera – Herrera adalah satu dari sekian banyak penandatanganan Louis van Gaal sepanjang jadi pelatih di Manchester United. Dia gabung dari Athletic Bilbao di 2014 serta sejak saat itu telah mencetak 180 performa serta 19 goal.

Herrera sesungguhnya tak memiliki jam terbang jadi leader United, namun ia tentu bakal jadi opsi yang amat populer. Herrera terus vokal di arena pertandingan, meminta kawan seklubnya buat melakukan lebih banyak, serta etos kerjanya nyaris tidak tertandingi.

Herrera kini telah mendapatkan kembali performa terbaiknya di bawah Ole Gunnar Solskjaer dan dapat dikatakan memainkan sepak bola paling baik di dalam kariernya di Manchester United. Herrera tentu bisa mengemban peran menjadi leader tim.

David De Gea – De Gea tak dipertanyakan lagi merupakan bintang paling baik Manchester United usai era pemerintahan Sir Alex Ferguson. Dia berstatus menjadi satu dari sekian banyak penjaga gawang paling baik dunia dan telah amat sering menyelamatkan gawang-nya dari kemasukan.

Menurut ulasan yang kami baca dari live streaming bola online, Bintang berumur 28 tahun tersebut sudah pernah diyakini jadi leader Setan Merah di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Dia menyandang ban leader kala Ashley Young dicadangkan kontra Huddersfield di bulan Desember.

De Gea memiliki jam terbang serta pengetahuan yang lumayan buat jadi leader permanen di tim sekaliber United. De Gea mesti dipertimbangkan menjadi satu dari sekian banyak calon leader Setan Merah.

Ashley Young – Young menjadi leader sementara sepanjang Antonio Valencia tidak ikut serta di kampanye musim ini. Dia kemungkinan diunggulkan buat mengambil alih ban leader secara permanen.

Konsistensi winger yang berubah menjadi pemain bertahan sebelah kanan itu layak diapresiasi. Walau United terus merekrut pemain yang serupa di tempatnya, Young terus memiliki tempat di starting XI.

Ia pun seorang kapten yang kuat. Walau bukan bintang belakang asli, Young amat brilian di dalam merancang pertahanannya di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Mungkin tak banyak yang mengeluh apabila Young jadi leader anyar United.

Paul Pogba – Paul Pogba sebenarnya merupakan opsi Jose Mourinho buat jadi leader sepanjang Antonio Valencia tidak ikut serta di awal kampanye musim. Tapi, jawara Piala Dunia ini dicopot dari posisi itu sebab mengomentari sang pelatih secara terbuka.

Usai sukses di Trofi Dunia, Pogba adalah satu dari sekian banyak bintang sudah banyak jam terbang di tim Setan Merah. Kemampuan Pogba tak dipertanyakan lagi dan pelatih interim Ole Gunnar Solskjaer baru-baru ini menyatakan jika Pogba merupakan pemimpin tulen.

Solskjaer kini telah sukses membikin Pogba bermain setingkat lebih stabil usai sebelumnya nampak angin-anginan. Pogba telah hampir pasti bakal jadi kapten masa depan di Old Trafford.

Jorge Mendes Upayakan Transfer Ruben Neves menuju Juventus

Laporan mengagetkan hadir dari Inggris. Pemain Wolverhampton Wanderers, Ruben Neves, dikabarkan segera gabung ke Juventus. Agen flamboyan dari Portugal, Jorge Mendes, disebut jadi aktor kunci di balik rencana transfer itu.

Mendes jelas memiliki jaringan hebat di dalam rencana raksasa itu. Di samping jadi agen Neves, dia pun diketahui punya saham kecil di Wolverhampton.

Kesempatan terwujudnya transfer itu makin besar usai agen dari Portugal itu berhasil menghantarkan Cristiano Ronaldo menuju Juventus awal kampanye musim ini. Keberhasilan itu juga yang mau digunakan Juve buat mendaratkan Neves kampanye musim selanjutnya.

Adapun kesempatan Neves keluar melalui Stadion Molineux amat terbuka lebar. Dia sebenarnya hampir hengkang awal kampanye musim ini usai diburu Liverpool serta Manchester United. Namun akhirnya hal tersebut tak terwujud sebab sang pemain berposisi gelandang mau merasakan turnamen Premier League bareng Wolverhampton.

Namun begitu, dengan kondisi saat ini, bukanlah tak mungkin bintang 21 tahun ini pindah ke turnamen lainnya dalam waktu dekat. Di samping lantaran ia amat mempercayakan masa depannya pada Mendes, kedatangan Ronaldo di Juventus pun jadi penyebab penting.

Sebagaimana yang diketahui, Neves serta Ronaldo sama-sama berasal dari Portugal serta mereka berdua jadi salah satu bagian dari Pasukan timnas sekarang.

Meski begitu, 1 hal yang dapat jadi batu sandungan Si Nyonya Tua mendaratkan Neves ialah bandrol sang bintang. Daily Mail mengabarkan Wolverhampton cuma siap menjual sang bintang dengan tarif 110 juta €.

Emery: Juara Grup Harga Mati untuk Arsenal

Pelatih Arsenal, Unai Emery, senang dengan hasil positif kesebelasannya melawan Sporting pada Liga Europa. Untuk Emery, incaran juara grup merupakan harga mati yang tidak dapat dinego lagi.

“Bagi team saya, hasil positif itu amat vital, sebab team saya mau finis di peringkat pertama di grup ini dan sekarang, kesebelasan lainnya yang bareng team saya ialah Sporting dan kami bahagia. Tetapi juga, buat menyambung proses team saya bersama semua penggawa, pesepakbola yang berbeda dan juga bersama irama dengan tiap-tiap bintang pada seluruh laga yang kami mainkan, aku kira terdapat hal-hal bagus hari itu, ” tutur Emery pada website resmi tim.

Arsenal unggul 1-0 melawan tuan rumah Sporting di lanjutan laga Grup E Liga Europa yang diselenggarakan di Estadio Jose Alvalade, hari Jumat (26/10) pagi WIB. Goal semata wayang kemenangan Arsenal dicetak Danny Welbeck.

Welbeck mencatat namanya pada papan score saat laga sudah berjalan hingga menit 78. Goal itu terjadi tidak lepas dari blunder yang diperbuat pemain bertahan Porto, Sebastian Coates.

Bersama pencapaian itu, Arsenal masih perfect di Liga Europa. Meriam London memuncaki klasemen sementara Grup E dengan 9 angka melalui 3 pertandingan. Sporting menyusul di peringkat kedua dengan raihan 6 angka.

“Setiap laga merupakan kesempatan yang amat besar buat membenahi keadaan. Kami berbincang-bincang di ruang ganti sebelum mengawali laga mengenai tujuan kami. Dan 1 tujuan ialah hasil positif. Namun yang sangat vital ialah saat kami ada di ruang ganti di waktu istirahat, kami berbincang-bincang tentang cara buat berkembang serta mendapat hasil positif,” tutur Emery.

Di pertandingan selanjutnya, Arsenal bakal melawan Crystal Palace di kompetisi Liga Premier Inggris. Arsenal kembali memburu 3 angka untuk menambah rentetan hasil positif mereka menjadi 12 pertandingan berturut-turut.

Sevilla Datang ke Camp Nou untuk Menyerang dan 3 Poin

Manajer Sevilla, Pablo Machin, berjanji jika skuatnya hadir ke Stadion Camp Nou menghadapi Barcelona di pertandingan matchday kesembilan La Liga Spanyol 2018-19 dengan harapan mendapat hasil positif.

Manajer Sevilla, Pablo Machin, berjanji jika skuatnya hadir ke Stadion Camp Nou menghadapi Barcelona di pertandingan matchday kesembilan La Liga Spanyol 2018-19 dengan harapan mendapat hasil positif.

Sevilla bakal bertamu ke kandang Camp Nou buat menghadapi Barcelona pada Minggu (21/10) dini hari WIB.

Sampai weekend kedelapan La Liga Spanyol, Sevilla bisa ada di pucuk klasemen sementara bersama koleksi enam belas angka.

Tempat itu sekarang sudah ditempati dengan Deportivo Alaves yang sudah menjalani pertandingan matchday kesembilan serta mendapat hasil positif 1-0 di markas Celta Vigo, Sabtu (20/10) dini hari WIB.

Sevilla yang menang 1 angka atas Barcelona di papan klasemen sementara, jelas mau menjaganya dengan mendapat angka di Camp Nou.

Walau menyadari jika itu merupakan sesuatu yang sukar, namun juru tak-tik Pablo Machin menjanjikan jika bintang-bintang Sevilla bakal masih memburu hasil positif di markas Barcelona ini.

“Saya berjanji laga itu bakal enak buat disaksikan. Kami hadir sebagai kapten klasemen serta tujuan kami merupakan menjaga tempat itu sampai peluit panjang, ” tutur Pablo kepada El Desmarque.

“Saya tak pernah bermain untuk memburu pencapaian seri serta kami yakin dapat mendapat kemenangan, tak perduli di stadion mana kami bakal berlaga. Kami melawan satu dari sekian banyak skuat paling baik di planet ini, namun terus terdapat kesempatan buat menyarangkan gol serta unggul, ” katanya.

David De Gea Gagal Pertahankan Rekor di Kandang

Penjaga gawang tim nasional Spanyol, David De Gea, tidak berhasil menjaga catatan bagus yang di miliki para pendahulunya kala bertanding dengan tim nasional Inggris di partai matchday ketiga Grup empat Liga A UEFA Nations League.

Di partai yang dimulai di Stadion Benito Villamarin, Senin (15/10/2018) ataupun Selasa malam WIB ini, tim nasional Spanyol perlu mengakui keunggulan Inggris dengan score 2-3.

Tim nasional Inggris sudah memimpin 3-0 di fase perdana karena gol-gol dari Raheem Sterling (menit ke-16 serta 38′) serta Marcus Rashford (29′).

Sedangkan di fase ke 2, tim nasional Spanyol baru dapat membalas lewat goal dari Paco Alcacer (menit ke-58) serta Sergio Ramos (90+8′).

Hat-trick yang bersarang di gawang kawalan David De Gea pada pertadingan itu merupakan catatan paling buruk kiper-kiper tim nasional Spanyol di dalam tiap-tiap pertandingan kompetisi yang dimainkan di markas mereka sepanjang masa.

Pada awalnya, gawang tim nasional Spanyol kawalan David De Gea pun sudah bobol tiga kali oleh Rusia.

Tapi, itu berlangsung di partai persahabatan yang juga bergulir di markas Rusia, Stadion Saint-Petersburg, di November 2017.

Di dalam pertandingan-pertandingan kompetisi sebelumnya, gawang tim nasional Spanyol kawalan Iker Casillas sempat bobol lima kali di dalam 1 laga terakhir oleh Belanda.

Tapi, laga itu berlangsung pada turnamen Piala Dunia 2014 di Brasil atau bukanlah dalam pertandingan markas tim nasional Spanyol.

Southgate Bangga dengan Tim Muda Inggris Meski Kebobolan Spanyol 2 Gol

Juru tak-tik tim nasional Inggris, Garet Southgate, menghormati jerih payah penggawa di dalam hasil positif tim muda bimbingannya meski tim nasional Spanyol mencetak brace.

Gareth Southgate menyampaikan kegirangannya usai tim nasional Inggris bisa menekuk tim nasional Spanyol 3-2 di dalam laga UEFA Nations League, Selasa (16/10/2018) malam WIB.

Penampilan yang ditampilkan tim nasional Inggris di partai itu membikin apresiasi Gareth Southgate tidak terelakkan.

“Mereka sewajarnya amat bangga vs penampilan yang di miliki, ” kata Gareth Southgate setelah pertandingan, diberitakan BolaSport. com melalui laman Sky Sports.

Juru tak-tik 48 tahun ini juga memberikan kredit kepada trisula sektor serang The Three Lions, yang dihuni Marcus Rashford, Harry Kane serta Raheem Sterling yang berduet dengan bagus.

Sebab, mereka semua bisa melakukan sesuatu untuk menciptakan 3 skor. Rashford membuat umpan buat goal Raheem Sterling saat laga sudah berjalan hingga menit ke-16.

Sedangkan Kane mencatat 2 umpan guna lesakan Rashford (29′) serta Sterling (38′).

“Kami mengatakan pada pemain depan, terutama sebelum pertandingan, buat mengingatkan mereka perihal ancaman yang mereka punya, ” tutur Southgate.

“Tiga-tiganya juga mengesankan serta membuat beberapa masalah. Lalu secara keseluruhan, kesebelasan memperlihatkan keberanian yang hebat. Aku kira kala ini mereka berbuat hal yang amat bagus, ” tutur manajer kelahiran Wilayah Watford itu.

Sementara itu, Southgate tidak menyalahkan kebobolan 2 goal menyusul performa Paco Alcacer (58′) serta Sergio Ramos (90’+7)

Sebab, dia mengerti jika pasukannya memang bertabur wonderkid.

Benar saja, usai ditelusuri kesebelasan BolaSport. com, rerata umur bintang starter tim nasional Inggris pada pertandingan itu merupakan 23, 36 tahun.

Rerata umur starting XI itu adalah catatan paling muda dari yang mereka punya semenjak 59 tahun kemarin.

“Anda seharusnya menerima di kala perlu kehilangan penguasaan pada wilayah mematikan, menjadi bentuk mendorong mereka guna memperoleh risiko, ” kata mantan pemain bertahan Aston Villa itu.

“Namun, buat kesebelasan yang amat muda, aku kira pertandingan tadi memperlihatkan betapa dewasanya performa mereka. Team saya bertahan bersama tuntutan yang sangat wajar, serta mereka harus amat bangga atas apa yang sudah dikerjakan, ” jelasnya kembali.