Suarez Datang, Atletico Ancam Dominasi Barcelona dan Madrid

Luis Suarez telah resmi jadi milik Atletico Madrid. Kedatangan penyerang asal Uruguay itu membuat Atletico jadi ancaman nyata buat Barcelona dan Real Madrid.

Suarez didatangkan Atletico dari Barcelona dengan mahar 6 juta euro atau setara Rp103 miliar. Proses transfer ini mengakhiri kebersamaan El Pistolero selama enam musim dengan Barcelona.

Keberhasilan merekrut Suarez merupakan sebuah berkah buat Atletico. Meski usianya tak lagi muda, Suarez masih salah satu yang terbaik soal urusan membobol gawang lawan.

Selama enam musim di Barcelona, Suarez selalu bisa mencetak minimal 21 gol dalam satu musim di semua ajang. Bahkan pada musim 2015/2016, penyerang berusia 33 itu pernah menjaringkan 59 gol dari 53 penampilan.

Kedatangan Suarez juga berarti lini depan Los Rojiblancos semakin agresif dan berbahaya. Hal ini lantaran tim asuhan Diego Simeone sudah memiliki sosok Diego Costa dan bintang muda asal Portugal Joao Felix.

Ketiga pemain ini bakal jadi trio menakutkan bagi pemain belakang manapun di Liga Spanyol musim ini. Singkatnya, kedatangan Suarez berarti peluang Atletico mengangkat trofi Liga Spanyol semakin besar.

Atletico terakhir kali mengangkat trofi kompetisi paling elite di pentas domestik itu pada musim 2013/2014. Saat itu, Atleti memenangi persaingan melawan Barcelona dan Madrid.

Rekomendasi Situs Liveskor Terbaru

Setelah kesuksesan itu, Barcelona dan Madrid bergantian jadi penguasa Liga Spanyol. Blaugrana merengkuh empat gelar (2014/2015, 2015/2016, 2017/2018 dan 2018/201), sementara Madrid mengamankan dua gelar (2016/2017 dan 2019/2020).

Di musim ini, takhta juara itu bukan mustahil kembali diduduki Atletico. Pasalnya, barisan lini depan Atletico dengan Suarez tidak kalah mentereng dibandingkan Barcelona dan Madrid.

Keputusan Barcelona melepas Suarez ke Atletico bahkan bisa menjadi sebuah blunder. Maklum kedatangan Suarez ke Atletico justru membuat skuad tim yang bermarkas di Wanda Metropolitano itu semakin mengerikan.

Dani Alves Ideal dengan Gaya Bermain Liverpool

Mantan pemain berposisi gelandang Manchester United, Kleberson, menganggap Dani Alves ideal dengan gaya bermain Liverpool. Dia juga menyuport bintang 36 tahun ini gabung Anfield.

Alves sudah resmi pergi dari PSG. Bintang dari Brasil ini meninggalkan setelah kesepakatan kontraknya tidak diperpanjang.

Direkrut dari Juventus pada 2017, Alves sukses meraih 4 piala bareng PSG, mencakup 2 piala Ligue 1. Total mantan bintang Sevilla dan Barcelona ini menyarangkan 8 goal dari 73 penampilan bareng PSG di seluruh turnamen.

Gabung Liga Amerika Serikat (MLS) awalnya jadi opsi inti Alves. Tapi akhir-akhir Liverpool kabarnya berminat dengan mantan pemain bertahan Juventus ini. Kleberson juga percaya Alves dapat ideal dengan gaya bermain Pelatih Jurgen Klopp di Anfield.

“Saya mau Dani Alves gabung dengan aku di MLS. Ia merupakan bintang yang sensasional dengan kemampuan mengesankan. Aku berpikir ia bisa jadi dapat pantas di Liverpool dan Klopp menginginkannya gaya pesepakbola sepertinya, ” tutur Kleberson di Soccerway.

“Dia amat teknis, cepat dan punya temperamen yang fantastis di laga raksasa. Ia merupakan juara, ” Kleberson melanjutkan.

Apabila nantinya jadi menambatkan hatinya menuju Liverpool, Alves akan menjadi mentor Trent Alexander-Arnold. Nama terbaru memiliki talenta menjadi defender sayap paling baik dunia pada masa mendatang.

Giroud Perpanjang Masa Bakti di Chelsea

Walau cuma menyandang status menjadi bintang pelapis, Olivier Giroud mengakui amat senang bareng Chelsea. Hal itu dia buktikan dengan pembaruan kesepakatan kontrak sepanjang semusim yang baru dia tandatangani.

Giroud menambatkan hatinya menuju Stamford Bridge di bulan Januari 2018 silam dari Arsenal. Dia direkrut dengan mahar senilai 18 juta Pounds dan diikat dengan kesepakatan kontrak dengan jangka waktu 18 bulan. Sebelum mengambil pembaruan kesepakatan kontrak, Giroud diyakini jadi bidikan utama dari tim Prancis, Bordeaux.

“Saya amat bahagia sebab telah mengambil pembaruan kesepakatan kontrak. Aku amat kepingin tinggal di sini setidak-tidaknya sampai penghujung kompetisi musim 2019-20 nanti, ” tutur Giroud dilansir dari situs web The Blues.

“Di sini, aku merasa jadi salah satu bagian dari kesebelasan dan keluarga di Chelsea. Aku bergabung menuju sini untuk mengangkat gelar. Aku jelas berharap dapat menambah raihan trofi Chelsea pada masa mendatang, ” tambah bintang 32 tahun ini.

Hal senada jua diungkapkan oleh direktur Chelsea, Marina Granovskaia. Wanita yang jua jadi tangan kanan Roman Abramovich ini mengakui amat bahagia sebab dapat menjaga jasa Giroud dari kejaran tim-tim lainnya.

“Kami amat bahagia sebab Oli bakal jadi bintang Chelsea di kompetisi musim 2019-20 nanti. Sejak gabung dengan kami 18 bulan kemarin, dia telah memperlihatkan rasa sabarnya untuk mendapat peluang di kesebelasan inti. Dia juga sukses memperlihatkan kontribusi yang amat mengesankan untuk kami, ” jelasnya.

Sosok Presiden AS Roma Tepat Menurut Antonio Cassano

Eks striker tim nasional Italia, Antonio Cassano, menyatakan jika cuma terdapat 1 sosok yang ideal guna jadi pengganti tempat James Palotta selaku presiden AS Roma. Sesosok ini merupakan sang legenda, Francesco Totti.

Menurut Antonio Cassano, Francesco Totti merupakan seorang yang amat merepresentasikan AS Roma selaku tim raksasa. Lebih lanjut, dia jua percaya jika Il Gladiatore bakal berhasil jika mendapat suport menjadi orang nomor 1 di Il Giallirossi.

Walau telah tidak sedang aktif berlaga, Francesco Totti tetap memberi sumbangsihnya pada Roma. Lelaki 42 tahun ini sekarang memangku jabatan menjadi salah satu direktur AS Roma.

“Saya mau menyaksikan Totti menjadi orang nomor 1 di Roma. Ia telah amat merepresentasikan Roma. Di samping itu, ia merupakan seorang yang amat cerdas, ” tutur Antonio Cassano dilansir melalui website Football Italia.

“Apabila ia mendapat suport yang penuh dari seorang direktur olahraga, maka aku percaya dia bakal menghantarkan kejayaan balik lagi menuju Roma. ”

Di dalam kesempatan yang senada, Cassano jua menyatakan jika Claudio Ranieri bukan seorang yang ideal guna menangani AS Roma. Dia juga menyatakan jika Daniele de Rossi dkk perlu seorang kayak Roberto Donadoni.

“Ranieri merupakan orang yang amat bagus. Namun, aku tidak benar-benar percaya apa ia adalah seorang yang ideal guna mengawali jaman anyar di Roma. Aku sedikit lebih mau menyaksikan seseorang kayak Donadoni di bangku cadangan Roma, ” tutup Antonio Cassano.

Guardiola Tidak Kaget Sterling Cetak Hattrick

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui tak kaget menyaksikan performa seorang anak asuhnya, Raheem Sterling. Bintang kelahiran Jamaika itu menyarangkan hattrick dalam tempo 13 menit kala Cityzens membungkam Watford 3-1.

Hasil positif itu mengokohkan tempat Manchester City pada pucuk klasemen, memimpin 1 poin dari Liverpool. Guardiola menganggap, apa yang ditunjukan Sterling di pertandingan itu bukanlah keseluruhan kualitasnya.

“Raheem masih dapat berbuat hal yang jauh setingkat lebih bagus dari ini. Hari ini ia memang menyarangkan hat-trick serta membikin kami bahagia, namun saya pikir ia tidak membuktikan semua kualitasnya. Kali ini, ia tengah tak ada di dalam penampilan paling baik, ” tutur Guardiola pada Manchester Evening.

Karena trigol ke gawang Watford, Sterling sekarang mencatatkan 14 goal di Liga Inggris. Terpaut 4 goal dari kawan seklubnya, Sergio Aguero, yang telah menyarangkan 18 goal. Nama terakhir sampai sekarang tertulis menjadi top skorer sementara Premier League.

Agenda terdekat Manchester City ialah melawan Schalke 04 di Liga Champions tengah minggu ini. Di sisi lain, pada 8 pertandingan sisa, mereka tetap wajib melawan 2 klub tangguh yaitu Manchester United serta Tottenham Hotspur.

Sisanya, Sterling dkk diperkirakan takkan sulit menghadapi klub-klub kayak Fulham, Cardiff City, sampai Crystal Palace. Perbedaan 1 poin dari Liverpool mesti dipertahankan sampai penghujung musim apabila masih mau kembali memenangkan gelar Premier League.

Emery: Arsenal Tengah Dalam Motivasi Besar Lawan Tottenham Hotspur

Manajer Arsenal, Unai Emery, mengatakan skuatnya sedang dalam motivasi besar buat melanjutkan kebiasaan bagus di Liga Premier Inggris. Khususnya menyambut laga kontra Tottenham Hotspur di Stadion Wembley, Sabtu (2/3) malam WIB.

Motivasi yang dimaksud Unai Emery adalah kerap memotong jarak dari Tottenham Hotspur dengan mendulang kemenangan dalam laga derbi London Utara. Ya, sekarang Arsenal cuma berjarak 4 angka dari skuat berjulukan Spurs di peringkat ke-3 klasemen.

Tim beralias The Gunners menduduki tempat ke-4 dengan koleksi 56 angka. Pertandingan kontra Tottenham memang dampak ganda bagi Arsenal.

Ya, apabila unggul Pierre-Emerick Aubameyang dan kawan-kawan makin berpotensi menggusur Spurs dari tempat ke-3 serta memperbesar kesempatan main di Liga Champions kampanye musim selanjutnya. Sebaliknya, apabila menerima kekalahan bukanlah tak mungkin mereka keluar dari jajaran empat besar lantaran Manchester United yang ada pada peringkat ke-5 cuma berjarak 1 angka dari mereka.

Meski begitu, Unai Emery cukup percaya para pemainnya sedang di dalam gairah tinggi supaya bisa mendulang hasil positif atas Tottenham. Apalagi Harry Kane dkk sedang di dalam penampilan menurun pada 2 pertandingan terbaru.

Ya, sebelumnya Spurs mendapatkan hasil negatif 1-2 melawan Burnley serta bertekuk lutut 0-2 kontra Chelsea di Stamford Bridge.

“Dua minggu yang lalu terdapat jarak sepuluh angka antara team saya dengan Tottenham. Kini cuma 4 angka dan itu adalah motivasi besar, ” tutur Emery kepada BBC.

“Ada peluang besar bagi kami berlaga dengan keyakinan diri. Tapi, team saya masih menghormati mereka sebab mereka mendapatkan 2 hasil negatif namun masih punya kampanye musim baik, ” jelasnya.

Direktur AS Roma Akui Susahnya Jaga Zaniolo dari Media

Direktur olahraga AS Roma, Monchi mengakui susahnya mempertahankan Nicolo Zaniolo dari hingar bingar kabar para pemburu berita. Performa sensasional bintang berumur 19 tahun ini membuatnya jadi bahan kabar media.

2 gol yang dia lesatkan menuju gawang FC Porto di leg perdana fase 16 besar Liga Champions makin menegaskan statusnya selaku satu dari sekian banyak wonderkid yang potensial. Catatan 2 gol itu membuatnya mencatat rekor anyar di sepak bola Italia.

“Sangat tak simpel buat mempertahankan ia (dari media), namun ini normal. Kadang sesuatu dapat berlangsung dan tak dapat kita kendalikan. Tapi, kita semua perlu tetap dekat bersama bintang-bintang, jadi ia dapat berkembang dengan normal, ” kata seperti dikutip dari Football-Italia.

Pada usia yang baru 19 tahun, nama bintang lulusan Virtus Entella itu meluncur dengan amat pesat. Eks bintang Inter Milan itu juga begitu saja dihubungkan dengan berbagai tim. Bagi Monchi, yang paling penting adalah mereka masih menghantarkan Zaniolo berkembang.

“Tidak pernah enteng bagi bintang yang tengah berumur 19 tahun. Ia punya jalan yang benar, jadi team saya semua coba buat menolong ia. ”

Soal lainnya datang saat Francesca Costa, Ibunda Zaniolo hadir menuju publik. Diberitakan dari Corriere dello Sport, Zaniolo sebal dengan sang Ibu sebab dia berpikir sang Ibu terlalu eksis di media sosial Instagram. Pemian bernomor punggung 22 itu pernah mengkritik satu dari sekian banyak foto yang upload oleh Francesca ke Instagram.

“Hentikan, Bu. Apakah yang anda perbuat dengan mulut seperti ini? Usiamu 40 tahun, ” tulis Zaniolo.